Peribahasa Air Cucuran Atap Jatuhnya Ke Pelimbahan Juga

Dari Bertanya Jadi Mengerti

Peribahasa Air Cucuran Atap Jatuhnya Ke Pelimbahan Juga. Air di cencang tiada putus. Anak itu menurut sifat dan teladan orang tuanya (sesuatu itu.

Arti Peribahasa Air Cucuran Atap Jatuhnya Ke Pelimbahan Juga
Arti Peribahasa Air Cucuran Atap Jatuhnya Ke Pelimbahan Juga

A [116] b [211] c [21] d [63] e [5] g [33] h [59] i [25] j [39] k [93] l [43] m [72] n [15] o [4] p [25]. Air cucuran atap jatuh ke pelimbahan juga =biasanya sifat anak menurut teladan orang tuanya' air di daun keladi (daun keladi dimandikan) =sukar diajar atau dinasihati air diminum rasa duri,. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.

Arti Peribahasa Air Cucuran Atap Jatuhnya Ke Pelimbahan Juga

Sifat ortu ntu nurun ke anak,, jadi. Air tenang jangan disangka tiada buayanya. Arti kata “peribahasa” menurut kamus besar bahasa indonesia (kbbi) adalah kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu atau ungkapan, kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku. Perilaku anak tidak jauh berbeda dengan perilaku orang tuanya atau perilaku orang tua.

← ringkasan cerita dewi sriringkasan cerita dewi sri →